Selasa, 08 April 2014

Envy


I hope someday, i'll find someone can  make me feel right and complete dan begitu juga aku untuknya

Kutipan Novel

Marco  : " Kau terlalu terobsesi dengan tony, hingga mengorbankan prinsipmu sendiri dan menolak untuk melihat dari jendela lain yang terbuka. Dan ketika kau jatuh, sukar bagimu untuk menerimanya.
Rosie : "Aku tidak tahu.  barang kali benar katamu, mungkin saja ini hanya obsesi, dan aku terlalu keras kepala untuk menyadarinya."
Marco : " Maukah kau mencoba menjenguk dunia dari jendela lain itu? -
Apa yang sebenarnya kau impikan?"
Rosie  : "Sederhana, seorang lelaki seperti ayahku, yang selalu bisa membuat ibuku tersenyum. Aku tidak tahu apakah aku kelak bisa bertemu dengannya"
Marco  : " Hanya ada satu lelaki seperti itu di dunia ini dan dia sudah jadi milik ibumu"
Rosie : "Yah tentu saja, maksudku, aku hanya menginginkan seseorang yang simpel, mencintaiku dengan sederhana saja, dan selalu ada disampingku"
Marco : " Kau memimpikan seorang pengangguran? hanya orang yang tak punya pekerjaan yang bisa selalu berada di sampingmu.
 Rosie : " Apakah mungkin dari Jendela itu aku bisa melihat sang elang pulang ke sarang saat senja?"
Marco : " I'll let you know. Tunggu telepon dariku, oke?"
Dan apa yang dilakukan seorang lelaki sejati dengan jawaban tersebut?? Terbanglah marco dari manhattan ke Indonesia untuk menyampaikan niat pinangannya pada Rosie langsung kepada Orang tuanya.
-Just it, and that's something swett :) cara indah untuk membuktikan ucapan adalah langsung dengan tindakan -
Rosie : " Jadi, bukan karena kau tertarik pada Islam?'
Marco : (Menggeleng) " Semuanya semata mata untuk urusan bisnis. Sangat mudah untuk mengambil hati seseorang jika kau paham apa yang bersemayam di dalamnya. Tentu saja aku tidak pernah menyangka kalau akhirnya aku jatuh hati pada seseorang gadis muslim. kau."
Rosie : " Dan kau memutuskan untuk berpindah keyakinan karena aku?"
Marco : " ya"
Rosie : "That's cheap . Kau menukar Tuhanmu denganku. Itu terlalu murah. Kurasa lebih baik kau tetap ditempatmu."
Marco : " Lagipula apa salahnya kalo motivasinya karena kau? Ilham dan keinginan bisa muncul oleh banyak sebab, termasuk oleh cinta"
Rosie : " Menurutku, alasanmu tidak terlalu cukup bagus. Hanya karena seorang perempuan?"
Marco : " Kecuali kalau kau menganggap dirimu adalah sumber dosa, bukan the ultimate and the most beautiful creation  dari Tuhanmu yang pantas menjadi sarana-Nya untuk menyentuh hati orang. If no, so no problem then".
- what about you opinion?? hem,, I think that's no problem. Kadang untuk mengenal sesuatu kita butuh motivasi untuk mengawalinya, sebelum kita tahu benar apa hakikat yang ingin kita ketahui itu-
Marco : Dan yang paling menyentuh hatiku, setiap kali usai sholat, ibumu selalu mencium tangan ayahmu. Seolah-olah mengatakan bahwa di sepenuhnya menaruh kepercayaan dan cinta kepada suaminya. Itu gesture yang sederhana dan memikat, jauh lebih menarik daripada ungkapan cinta yang hiruk pikuk, yang hanya dibalut tubuh dan nafsu belaka."

-Cuplikan isi novel Musim Gugur Terakhir di Manhattan. 2011. Julie Nava. Jakarta : PT Lingkar Pena Kreativa-