“What
do you think about your first love??” if there someone ask me that question may
be I will answer it with “my first love is him and that one of the
best moment and precious thing in my live which I never regret it”. “why?”
karena dia, karena dia membuatku mengeluarkan sisi terbaikku, membuatku
mempunyai semangat untuk bertindak dan memberi yang terbaik saat aku mulai
menyerah dan ingin bersantai ria. Saat-saat dimana aku mengerti seperti apa
rasanya mencintai seorang cowok, saat dimana setiap waktu menunggu terbayar
dengan hanya sebuah balasan sms, membuatku merasakan yang namanya “serangan
jantung mendadak” tiap liat dia, merasakan rasanya sakit saat liat dia tertawa
dan memandang cewek lain, membuatku bahagia dengan hanya satu kata sederhana, membuatku
merasa feminim dan lembut dengan panggilan “dek”nya yang jika digunakan orang
lain terasa biasa saja (yaiyalah,,, orang ke yang lain biasa aja), rasanya
ingin membagi mimpi dan cita-cita masa depanku, saat dimana aku merasa ada
orang yang bisa kumintai pendapat saat aku harus membuat pilihan, saat dimana
aku merasa setiap hal kecil itu sangat menyenangkan untuk dibagi satu sama lain
sehingga aku tahu apa yang dia lakukan, apa yang dia pikirkan,saat dimana
ketika aku lelah, capek, give up ada dia yang dengan ucapan sederhananya
menjadikanku lebih semangat, bahkan dia membuatku merasa spesial saat banyak
dari “fans”nya yang tak tahu kabarnya sedangkan aku tahu dimana dia, sedang apa
dan kenapa. Hal-hal dan perasaan yang awalnya hanya khayalan dan terkaan
“seperti apakah kalo...?” sebelum mengenal dia , dan itu semua aku rasakan saat
mengenal dia. Saat dimana daya khayal romantisku “terenggut” dan meyempit hanya
tentang dia, saat memadukan antara akal dan perasaan hanya agar bisa sms duluan
tanpa menurunkan harga diri, saat dimana aku memikirkan apa yang aku inginkan,
prinsip hidupku dan saat itu juga menunjukkan aku mampu mencintai tanpa cepat
merasa bosan... (kalo 6 tahun bisa dianggap lama), dan ketika aku jatuh cinta
padanya itu menunjukkan bahwa cinta itu datang saat tak terduga dan pada orang
yang tak terduga dan sangat jauh dari tipeku.. hahahahaha, dan saat itu juga
aku belajar untuk bersabar, memberi tanpa banyak mengharap menerima kembali,
bersyukur untuk setiap yang bersedia diberikannya. Saat dimana ketika liat
cowok ganteng, pinter, body oke itu biasa aja (Cuma wah ganteng, tapi sama
sekali gak ada perasaan apa-apa). Banyaklah hal baru saat aku jatuh cinta dan
selama aku masih mencintainya (masih gak sampai sekarang? Honestly i don’t
know,,, ).
And
who is my first love? Dia adalah kakak kelasku di SMA, let’s call him AM,
senior 1 tahun diatasku. Dia seorang anggota laksana di Pramuka SMA, ketua
kelas, juara kelas setiap tahun, anak olimpiade kimia dan anak emasnya
guru-guru SMA karena pandai di semua mata pelajaran, sopan, baik, jago volly,
culun (hahahahahahaha), super rapi (dulu sih,,,), sometimes konyol,
kadang-kadang gak bisa ditebak, biar kayaknya biasa aja,, beuh ternyata yang
suka banyak juga cuy,,, hingga saat ini dia masih kakak kelasku di kampus.
Untung beda fakultas, kalo gak,, beuh, siap sakit hati tiap waktu dan gagal
move on total brohhhhhhh -_______- soalnya sekarang dia udah punya cewek
(sedihkah? Ya, tapi saat tahu dia udah ada cewek gak bisa nangis tapi kalo lagi
kangen dia, nah itu baru nangis :”” . apa emang yang dikangenin dari dia?
Kangen setiap momen saat masih ada dia sebagai teman “berbagi”ku). But aku
mendoakan mas dapet yang terbaik dalam hidupnya mas, mendapatkan cewek yang
bener-bener sayang ama kamu dan setia ke
kamu, bisa sabar ngadepin kamu kalo lagi ngambek dan ngediemin orang,
menghargai karena dikasih kesempatan untuk ada disamping kamu.
Tapi
aku ingin tahu satu hal, pernahkah aku ada dihatimu? Paling tidak saat kita
dekat dulu. Apakah pesanmu yang waktu itu adalah sebuah pernyataan perasaanmu
atau hanya balasan asal? Sejujurnya
balasanku saat itu seperti itu karena aku terlalu gugup saat membaca pesanmu,
bingung harus membalas apa. Tapi itu sudah masa lalu kan ya? Saatnya bergerak
majukan? Bolehkah aku meminta hatiku kembali? Tak perlu seluruhnya, karena
bagiamanapun mas telah memiliki bagian hatiku, tp kembalikan hatiku dalam porsi
yang membuatku mampu mencintai lagi dan sanggup untuk menyimpan perasaanku
padamu dikotak masa lalu. Mampu membawaku bergerak maju dan melangkah pergi
melepas tali yang terikat padamu. Aku kan mengingatmu dengan senyuman dan
perasaan syukur kok. J dan sejujurnya
ada kata yang ingin aku ucapkan padamu, yaitu “maksih atas perhatian dan
kesempatannya untuk mengenalmu dan maaf jika aku mengusikmu dan pernah tak
sengaja menyakitimu tapi aku tak kan meminta maaf karena pernah mencintaimu.
Karena jika aku minta maaf itu tandanya aku menyesalinya, sedangkan aku tak
pernah menyesalinya.